Bakrie Power Konsen Garap Energi Baru dan Terbarukan

Salah satu pelaku bisnis kelistrikan PT Bakrie Power menjalankan bisnis kelistrikannya lewat pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batubara. PLTU yang berlokasi di Tanjung Bara, Kutai Timur, Kalimantan Timur ini memiliki kapasitas sebesar 3×55 MW dan diklaim ramah lingkungan dengan menggunakan teknologi canggih.

CEO Bakrie Power Indra Ginting menegaskan bahawa PLTU Tanjung Bara masih tergolong baru dioperasikan, bahkan beberapa waktu lalu baru diresmikan oleh Menteri Energi & Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan. Proyek PLTU Tanjung Bara menelan investasi hingga mencapai US$2,2 miliar.

Selain PLTU Tanjung Bara, PT Bakrie Power milik Indra Ginting juga memiliki beberapa proyek pembangkit listrik lain selain PLTU Tanjung Bara, yaitu PLTU Tanjung Jati “A” berkapasistas 2×660 MW, PLTP (panas bumi) Sokoria 6×5 MW, PLTP Ngebel 3×55 MW, dan PLTS (tata surya) di Jawa Barat berkapasitas 150 MW.

“Semua proyek masih dalam tahap konstruksi dan studi. Jadi, belum terlihat revenue, kecuali untuk PLTU Tanjung Bara yang dioperasikan oleh PT Kalti Prma Coal (KPC),” jelasnya.

Nilai investasi untuk PLTP Sokoria di Ende, Nusa Tenggara Timur, sekitar US$150 juta. Adapun untuk PLTP di Ponorogo, Jawa Timur, biaya investasinya diprediksi mencapai empat kali lipat PLTP Sokoria, sekitar US$600 juta. Sedangkan, PLTS di Jawa Barat 150 MW menelan biaya investasi sekitar US$170 juta.

Selain memaksimalkan proyek yang sudah ada yaitu PLTU, PT Bakrie Power juga sedang konsen dalam pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) dan berupaya menjadi salah satu perusahaan besar bergerak di bidang EBT dimasa depan.

Salah satu konsen dari EBT tidak lain dan tidak bukan memang menjaga kelestarian alam untuk mengurangi polusi karbondioksida yang disebabkan oleh pembangkit konvensional. Namun saat ini PLTU sudah bisa dibilang memiliki pemanfaatan teknologi yang canggih untuk klaim bahwa itu aman dan ramah lingkungan.

Kedepannya diharapkan semua penghasil energi haruslah berkontribusi terhadap pasokan sumber energi di Indonesia dan pastinya haruslah memikirkan lingkungan dan selalu menjaga keseimbangan alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *